>> baCk tO baSiC <<

Ending Inuyasha

Setelah berhasil mengalahkan Naraku (rasanya terlalu panjang buat diceritakan tentang gimana Inuyasha dan kawan-kawan mengalahkan naraku), ternyata masih ada ‘hadiah’ dari Naraku yaitu permintaan terakhirnya. Ya, siapapun yang pernah memiliki shikon no tama secara utuh dapat mengajukan satu permintaan yang akan dipenuhi oleh shikon no tama. Dan permintaan Naraku adalah : saat ia tewas, Kagome terperangkap dalam kegelapan dan bila kemudian kagome meminta pula pada shikon no tama yang sudah beralih kepadanya agar ia dapat bertemu Inuyasha, maka justru Kagome akan terperangkap selamanya di dunia kegelapan dalam shikon no tama itu sendiri di mana jiwa Midoriko dan para siluman yang dilawannya terus bertarung tanpa henti.

Tapi meski tak tahu tentang permintaan Naraku yang menjebak, Kagome tidak mengajukan permintaan untuk dapat bertemu dengan Inuyasha, karena ia telah menyiapkan satu permintaan. Konon, bila seseorang mengajukan satu permintaan yang tepat, maka shikon no tama akan menghilang selamanya. Dan Kagome harus menunggu dalam kegelapan, dalam ketakutan akan terjebak di sana selamanya dan tak akan bertemu lagi dengan keluarganya. Dengan kepercayaan penuh pada Inuyasha yang pasti akan mencari jalan dan menemukannya, ia pun bertemu dengan Inuyasha yang juga berusaha keras mencarinya. Setelah itu Kagome mengajukan permintaannya, yaitu agar shikon no tama menghilang. Tentu saja, itulah permintaan tepat yang melenyapkan shikon no tama selamanya.
Dengan demikian, sumur pemakan tulang yang sempat menghilang karena permintaan Naraku pun muncul kembali, dan hanya sesaat Inuyasha menemani Kagome kembali ke zamannya, tiba-tiba sumur pemakan tulang tidak lagi berfungsi menghubungkan kedua zaman tersebut hingga Inuyasha kembali ke zamannya tanpa Kagome.

Tiga tahun berlalu, Kagome telah menyelesaikan sekolahnya hingga lulus SMA. Tapi ia tak pernah melupakan Inuyasha. Ia baru menyadari, sumur yang tak lagi dapat menghubungkan kedua zaman itu mungkin karena perasaannya sendiri. Saat terperangkap dalam kegelapan, ternyata ia telah menghilang selama tiga hari, dan selama itu dia merasa tak ingin berpisah dari keluarga. Dan sekarang, ia ingin bersama Inuyasha. Lalu sumur itu pun kembali terhubung, dan Kagome memutuskan untuk tinggal di masa lalu, walau harus meninggalkan keluarganya…
Saat kembali ke desa Inuyasha, Miroku dan Sango telah menikah dan meliliki 3 anak (anak pertama kembar 2), Shippo sering pergi keluar desa untuk berlatih menjadi siluman rubah api yang kuat, Kohaku juga terus berlatih menjadi pembasmi yang kuat dengan menggunakan senjata buatan Totosai, kakek Myoga sepertinya lebih banyak bersama Totosai, dan Rin tinggal bersama nenek Kaede belajar ilmu pengobatan seperti juga Kagome kemudian. Sesshomaru sering mampir, dan suatu hari Kagome berteriak memanggilnya “Kakak ipar”.

Demikianlah, akhir yang bahagia untung semuanya, setelah Naraku dan shikon no tama yang menjadi masalah telah lenyap untuk selamanya…

December 11th, 2008 at 11:26 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Profil Sango dan Kirara


Nama : Sango
Umur : 16
Keluarga : Kohaku (adik)
Kekasih : Miroku
Sahabat : Inuyasha,Kagome,Kirara,Shippo,Koga,Kakek Myoga,Totosai
Sango adalah putri dari pemimpin sebuah desa yang para penghuninya terbiasa turun-temurun membasmi siluman jahat. Ibunya telah lama meninggal, dan ia telah dilatih oleh ayahnya hingga menjadi pembasmi yang kuat.
Sementara adik Sango satu-satunya yang bernama Kohaku, masih kecil dan belum berpengalaman membasmi siluman.

Suatu hari, para pembasmi terkuat dari desa tersebut diundang ke sebuah benteng milik bangsawan untuk membasmi siluman yang mengganggu. Ternyata, pemilik benteng tersebut adalah Naraku yang kemudian membuat Kohaku dirasuki siluman hingga membunuh seluruh pembasmi yang ada di sana termasuk ayahnya sendiri, dan melukai Sango. Pada saat yang sama, desa tempat mereka tinggal diserang oleh siluman dalam jumlah sangat banyak hingga tak mampu dihadapi oleh para pembasmi, dan tak ada satu orang pun yang selamat.

Naraku sengaja membiarkan Sango hidup untuk diadu domba dengan Inuyasha yang kebetulan datang ke desa itu kemudian.
Pertarungan pun sempat terjadi, dan Sango nyaris bertarung hingga tewas dengan pecahan shikon no tama yang diberikan padanya. Namun karena sudah mengetahui duduk persoalannya, Inuyasha dan teman-temannya berhasil menyadarkan Sango. Maka Sango pun ikut bergabung dan memperkuat Inuyasha, Kagome, Shippo, serta Miroku dalam mengumpulkan pecahan shikon no tama dan memburu Naraku.

Sifat

Sebagai manusia, Sango memiliki kemampuan yang sangat hebat dalam membasmi siluman. Keluarganya telah turun-temurun mempelajari cara membasmi siluman dengan meneliti apa saja kekuatan dan kelemahan dari berbagai jenis siluman, serta melawan dengan senjata lengkap mulai dari bermacam-macam racun hingga senjata rahasia.

Tetapi sekuat apa pun, Sango tetap seorang gadis yang bisa galau dan goyah saat mengalami tekanan. Karena itu ia sempat terjebak oleh Naraku yang menyuruhnya mencuri pedang Tessaiga untuk ditukar dengan Kohaku. Juga demi Kohaku yang merupakan satu-satunya keluarga Sango yang masih hidup, ia berusaha sekuat tenaga melindungi bahkan hampir mengorbankan diri sendiri, walau Kohaku berada dalam pengaruh dan mengikuti perintah Naraku.

“Daripada Aku Meninggalkanmu, Lebih baik Kita Mati Bersama…”

Tak bisa dipungkiri, seiring melewati waktu bersama, Sango jatuh hati pada Pendeta playboy bernama Miroku yang cukup banyak digrandungi wanita. Ia tak terus terang mengatakan, tapi dari sikapnya yang dingin saat melihat perempuan-perempuan yang bermanja pada Miroku hal itu jelas terlihat.

Hingga suatu hari saat menemukan persembunyian Naraku dan mereka terdesak, Miroku yang lemas karena keracunan menyuruh Sango untuk lari meninggalkannya. Tapi Sango menolak, dan akhirnya mereka berhasil melewati rintangan tersebut bersama. Beberapa waktu setelah itu, Miroku menawarkan untuk menikah jika perang berakhir. Tentu saja Sango senang dan langsung menerima, … walau kemudian ia harus mengalami sakit hati karena sifat playboy Miroku dan kedekatan pendeta itu dengan beberapa wanita di masa lalu.

Senjata

Senjata-senjata yang dipakai oleh para penduduk desa pembasmi umumnya dibuat dari tulang dan cangkang siluman-siluman yang telah mereka basmi. Untuk Sango, senjata andalan adalah ‘Hiraikotsu’, bumerang raksasa yang dibuat dari tulang banyak siluman. Senjata ini seolah menjadi sahabat bagi Sango karena telah ia pakai sejak mulai menjadi pembasmi.
Selain itu ada pedang yang siap sedia bila Hiraikotsu terlepas, dan senjata rahasia di pergelangan tangan yang dapat dikeluarkan tiba-tiba bila pedang juga terlepas.
Dan yang tak kalah penting, ada berbagai jenis racun yang dapat digunakan pada siluman-siluman tertentu. Supaya tak terpengaruh dengan racun yang disebar, Sango biasa memakai masker saat bertarung.

——————————————————————————————-

Nama : Kirara
Umur : Tak diketahui
Sahabat : Sango,Inuyasha,Kagome,Miroku,Shippo,Kakek Myoga,Totosai

Kirara adalah siluman kucing yang kuat. Saat santai ia berwujud seukuran kucing normal yang lucu, tapi saat bertarung ia berubah menjadi seukuran kuda yang dapat ditunggangi. Tidak jelas sejak kapan Kirara telah menjadi sahabat sekaligus tunggangan Sango dalam membasmi siluman. Kirara dapat diandalkan karena memiliki taring tajam dan dapat terbang.


Dalam anime dijelaskan bahwa Kirara dulunya adalah tunggangan Midoriko, seorang miko berasal dari desa pembasmi yang berperan dalam asal-usul terbentuknya shikon no tama. Tapi dalam manga tidak pernah dijelaskan demikian.

December 11th, 2008 at 11:14 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Profil Miroku


Nama : Miroku
Umur : 19
Kekasih : Sango
Sahabat : Inuyasha,Kagome,Kirara,Shippo,Koga,Kakek Myoga,Totosai
Miroku adalah seorang pendeta Buddha muda yang seperti kakek dan ayahnya, terbiasa berkelanan untuk membasmi siluman jahat. 50 tahun yang lalu, kakek Miroku terjebak oleh Naraku yang menyamar dalam wujud wanita cantik. Naraku meninggalkan kutukan berupa ‘kaza ana’ (lubang angin) pada telapak tangan kanan kakek Miroku. Jika dibuka, lubang angin itu akan menghisap apapun yang ada di depannya, dan bila telah masuk tak akan bisa keluar kembali.

Kutukan itu hanya dapat hilang bila Naraku telah mati. Tapi kakek Miroku tak dapat membunuh Naraku hingga akhirnya tewas terhisap lubang yang semakin lama semakin membesar tersebut. Dan ternyata, kutukan itu menurun pada ayah Miroku yang kemudian mengalami hal yang sama, hingga akhirnya menurun pula pada Miroku.

Sejak ayahnya meninggal ketika ia masih kecil, Miroku hidup bersama pendeta tua yang pemabuk bernama Mushin, hingga setelah cukup dewasa ia pun berkelana sendirian. Suatu hari dalam perjalanan membasmi siluman jahat dan mengumpulkan pecahan shikon no tama, ia bertemu dengan Inuyasha, Kagome, dan Shippo yang juga sedang mengumpulkan pecahan shikon no tama. Awalnya Miroku berusaha merebut pecahan shikon no tama yang ada pada Kagome, dan karena itu sempat bertarung dengan Inuyasha. Tapi setelah saling mengenal kebaikan dan kehebatan masing-masing, maka Miroku pun ikut bergabung dengan Inuyasha, Kagome, dan Shippo dalam perjalanan mengumpulkan pecahan shikon no tama dan memburu Naraku.

Sifat

Miroku benar-benar memiliki tenaga magis yang sangat kuat sebagai seorang pendeta, hingga mampu menaklukkan banyak siluman. Akan tetapi sikapnya justru sangat bertolak belakang dengan sikap pendeta pada umumnya. Ia seringkali mendatangi rumah bangsawan kaya dengan dalih mengusir siluman yang mengganggu, supaya diberi imbalan. Dan bila tidak diberi, ia bisa mencuri barang-barang berharga untuk kemudian dijual. Satu lagi, Miroku juga gemar menggoda wanita cantik.

Tapi di balik itu, Miroku seringkali kesulitan menghadapi rasa takut dalam dirinya, rasa takut akan segera lenyap ditelan lubang angin di telapak tangannya. Karena itu, setelah menemukan teman-teman yang memperhatikan, menguatkan hatinya, dan memberi semangat, ia selalu berjuang sekuat tenaga, bahkan rela mengorbankan diri sendiri demi menyelamatkan teman-temannya saat mereka dalam bahaya.

“…Maukah Kau Melahirkan anakku?”

Pada setiap wanita cantik yang baru ditemuinya, termasuk juga Kagome, Miroku selalu menyempatkan diri untuk dengan ekspresi serius mengatakan : “Maukah Kau melahirkan anakku?”, walau bagaimanapun reaksi mereka kemudian. Kenyataannya, ia tak pernah menganggap hal itu serius.

Hanya pada seorang wanita hal itu tak dikatakannya saat baru bertemu, yaitu Sango. Setelah melewati kebersamaan yang juga diwarnai pertengkaran, walau tak diakui sesungguhnya Miroku dan Sango saling menyukai. Hingga suatu hari setelah menghadapi pertempuran berat yang hampir menewaskan mereka berdua, akhirnya Miroku dengan serius mengatakan, “…Setelah pertempuran dengan Naraku berakhir dan kutukan lubang angin ini hilang, maukah kau melahirkan anakku, dan kita hidup bersama?” Sango pun dengan terharu menerima, walau Miroku tak dapat menjawab saat diminta untuk setia.

Senjata

Walau sejatinya adalah kutukan, lubang angin dapat digunakan sebagai senjata andalan untuk membasmi siluman. Musuh yang besar dan dalam jarak cukup jauh pun dapat dihisap dan dimusnahkan. Akan tetapi bila berhadapan dengan Naraku, ada Saimyosho (serangga beracun) milik naraku yang bila terhisap oleh Miroku akan membuatnya keracunan hingga lemas atau bahkan tewas bila terlalu banyak. Karena itu, Miroku tak dapat menggunakan lubang angin untuk membunuh Naraku.

Tanpa lubang angin, Miroku dapat menggunakan horiki (kekuatan spiritual Buddha), kertas mantra, dan tongkatnya. Miroku juga mampu menggunakan kekkai yang membuatnya tak terlihat oleh musuh untuk beberapa saat.

December 11th, 2008 at 10:53 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Profil Sesshomaru


Nama : Sesshomaru
Umur : Tak diketahui (diperkirakan lebih dari 70 tahun)
Keluarga : Inuyasha (adik beda ibu), Ibu
Admirer : Kagura
Sahabat : Jaken, Rin, Kakek Myoga, Totosai
Sesshomaru adalah siluman anjing yang terbiasa hidup berkelana sendirian. Namun entah sejak kapan siluman bernama Jaken selalu mengikuti, menyanjung, dan mengabdi padanya meskipun ia tak pernah menghiraukan. Setelah mendengar bahwa Inuyasha yang tahu di mana makam ayah mereka telah lepas dari segel yang membelenggu selama 50 tahun, Sesshomaru segera mendesak adiknya itu untuk memberikan jalan menuju makam ayah mereka di mana tersimpan pedang hebat warisan ayah mereka, yaitu pedang Tessaiga. Rupanya, jalan menuju makam tersebut berada pada mutiara hitam yang tersimpan dalam bola mata sebelah kanan Inuyasha, yang kemudian dikeluarkan secara paksa oleh Sesshomaru. Sesshomaru dan Inuyasha pun bertarung memperebutkan pedang yang sesuai pesan ayah mereka diwariskan untuk Inuyasha tersebut. Dengan keterlibatan Jaken, Kagome, dan Kakek Myoga, perebutan itu berakhir dengan keberhasilan Inuyasha mendapatkan pedang yang memang sudah seharusnya ia miliki.

Akan tetapi, Sesshomaru tidak langsung menyerah. Ia mencoba lagi merebut Tessaiga dari Inuyasha, sekalipun pedang itu memiliki tabir pelindung yang tidak dapat disentuh oleh siluman. Hingga dalam keadaan terdesak karena Sesshomaru mengerahkan seluruh kekuatan dengan berubah ke wujud asli yaitu anjing raksasa, Inuyasha memotong lengan kiri Sesshomaru.
Melihat hal ini, Naraku mengambil kesempatan untuk memanfaatkan Sesshomaru agar mengalahkan Inuyasha, yang tentu saja kemudian disadari oleh Sesshomaru. Hingga baik Inuyasha maupun Sesshomaru pun menjadi musuh Naraku, meski tak dapat pula dikatakan Inuyasha dan Sesshomaru berada dalam satu pihak.

Sifat

Berbeda dengan Inuyasha, Sesshomaru adalah pribadi yang dingin, selalu tenang, tanpa ekspresi, dan irit bicara. Sesshomaru yang lahir sebagai siluman anjing sejati, tak mau mengakui bahwa ia mempunyai seorang adik yang setengah siluman. Ia dengan segala keangkuhan selalu menganggap rendah manusia dan makhluk setengah siluman seperti Inuyasha dan teman-temannya. Karena itulah ia tidak terima Tessaiga yang merupakan pedang pembunuh terhebat diwariskan pada adiknya yang makhluk setengah siluman.Tetapi sejak ia ditolong oleh seorang anak perempuan bernama Rin setelah ia sempat dikalahkan oleh Inuyasha, lalu Rin ia selamatkan dari maut yang hampir menjemput gadis kecil itu, ia pun mulai menghargai nyawa manusia. Juga selama bertualang bersama Jaken dan Rin, ia merasakan kekaguman dari siluman wanita bernama Kagura yang merupakan bagian dari diri Naraku dan melihat kuatnya persahabatan Inuyasha dan teman-temannya.

Sedikit demi sedikit Sesshomaru berubah menjadi lebih lembut hatinya dan rasa sayang pada Rin yang jelas-jelas manusia, makhluk yang awalnya ia benci, benar-benar tak dapat ia pungkiri. Ini membuktikan bahwa dalam tubuhnya masih mengalir darah ayahnya sebagai siluman hebat yang berhati mulia.
Senjata

Sebagai siluman anjing yang pastinya memiliki taring untuk menyerang, Sesshomaru juga dapat bertarung menggunakan cambuk kilat dan jurus ‘Dokkaso’ (cakar beracun). Tapi sejak awal Sesshomaru memegang pedang yang juga dibuat dari taring ayahnya, dan merupakan warisan khusus untuknya, yaitu Tenseiga. Berbeda dengan Tessaiga, Tenseiga adalah pedang penyembuh. Saat ada makhluk yang baru saja mati, Tenseiga dapat menyingkirkan sosok dari alam sana yang hendak membawa makhluk tersebut. Tapi ada saat-saat tertentu di mana Tenseiga tak dapat menyembuhkan, yaitu ketika makhluk yang mati itu langsung musnah (seperti yang terjadi pada Kagura), atau makhluk itu sudah pernah diselamatkan oleh Tenseiga sebelumnya (dengan kata lain, Tenseiga hanya bisa menyelamatkan nyawa seseorang satu kali).
Karena tak tertarik menggunakan kemampuan Tenseiga, Sesshomaru sempat membuat pedang yang diberi nama Tokijin dari taring Goshinki, salah satu siluman bagian diri Naraku. Tapi pedang setan itu kemudian rusak dan ia tinggalkan.

Sesshomaru tentu sempat kecewa saat mengetahui ternyata Tenseiga adalah bagian dari Tessaiga yang ‘dibuang’ bersama jurus paling berbahaya yaitu ‘Meido Zangetsuha’. Tapi melihat Inuyasha terbukti dapat menguasai Tessaiga dengan baik, ia pun merelakan jurus yang semula cukup menjadi andalannya itu kembali menjadi milik Tessaiga.
Namun saat bersama Inuyasha melawan Magatsuhi, sosok yang baru dimunculkan oleh Naraku, Sesshomaru mendapat pedang yang bukan warisan dari ayahnya, tapi memang pedangnya sendiri yang selama ini tersembunyi di dalam tubuhnya, yaitu Bakusaiga. Bersamaan dengan munculnya pedang itu pula, lengan Sesshomaru yang pernah dipotong oleh Inuyasha pun kembali seperti semula. Ini berarti Sesshomaru telah melampaui kemampuan ayahnya dan terbebas dari obsesi mendapatkan Tessaiga yang telah mengurung pedang tersebut selama ini.
Bakusaiga adalah pedang yang cukup kuat untuk mengalahkan Naraku, hanya saja Naraku menyandera Rin, sehingga Sesshomaru tak dapat leluasa menggunakan pedangnya. Dan Sesshomaru bersama Inuyasha dengan teman-temannya, masih terus berjuang untuk mengalahkan Naraku.

December 11th, 2008 at 10:52 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Profil Kagome

kagome_081.jpg

Nama : Higurashi Kagome
Umur : 15 tahun
Keluarga : Ibu,kakek,Sota(adik)
Kekasih : Inuyasha
Admirer : Hojo,Koga,Jinenji
Sahabat: Miroku,Sango,Shippo,Kakek Myoga,Totosai

Higurashi Kagome adalah gadis kelas 3 SMP yang tinggal di rumah dengan sebuah kuil bersama ibu, kakek, dan adik laki-laki bernama Sota. Suatu hari, terjadi keanehan pada sumur di kuil. Tiba-tiba muncul sesosok siluman yang menarik Kagome masuk ke dalam sumur tersebut. Setelah keluar ternyata Kagome berada di tempat yang berbeda, seperti jauh di masa lalu pada zaman perang. Ia juga tidak tahu dapat dari mana kekuatan mengalahkan siluman yang tadi menariknya ke tempat itu. Lalu Kagome berjalan dan menemukan Inuyasha yang seolah tidur di pohon besar dengan anak panah menancap padanya. Pohon itu dan sumur tadi sepertinya sama dengan yang ada di kuil di rumah Kagome.

both_011.jpg

Sampai di sebuah desa, Kagome bertemu dengan nenek Kaede yang kemudian mengatakan bahwa kemungkinan Kagome adalah reinkarnasi Kikyo, karena wajah dan kemampuannya sangat mirip. Kemudian para siluman kembali menyerang hingga shikon no tama keluar dari tubuh Kagome, dan ia terpaksa melepas segel Inuyasha agar bisa mengalahkan para siluman yang menyerang. Supaya Inuyasha tidak macam-macam (berusaha merebut shikon no tama dari Kagome, misalnya), Kaede segera memasangkan kalung mantra pada Inuyasha, dan menyuruh Kagome mengucapkan 1 kata yang akan membuat Inuyasha lumpuh hingga jatuh ke tanah seolah berat tubuhnya berton-ton. Kata yang terpikirkan oleh Kagome saat itu adalah “Osuwari” yang berarti “duduk” (perintah untuk menyuruh anjing duduk).

Lalu, seekor siluman burung berhasil merebut shikon no tama dan menelan bola kristal itu sambil terbang. Tanpa pikir panjang Kagome memanah burung itu dan berhasil, tapi akibatnya shikon no tama yang hampir melebur dengan tubuh siluman itu pecah berkeping-keping dan tersebar ke segala arah. Karena itulah Kagome harus berpetualang di ‘masa lalu’ ini untuk mengumpulkan kembali pecahan shikon no tama bersama Inuyasha, dan hanya sesekali kembali ke rumahnya lewat sumur yang menghubungkan kedua alam itu.

Sifat

Kagome terlihat sangat lemah dan tidak bisa diandalkan bila melawan musuh secara fisik. Karena itu ia yang selalu dilindungi oleh Inuyasha dan teman-teman yang lain. Tapi kekuatan spiritualnya menunjukkan kesamaan kemampuannya dengan Kikyo, bahkan bisa jadi lebih hebat. Selain Kikyo, hanya Kagome yang selalu bisa memurnikan, melihat, dan merasakan keberadaan pecahan shikon no tama di tubuh siapapun yang menggunakannya.

Meski baru menginjak usia remaja, Kagome bersikap cukup dewasa. Ia sangat sabar menghadapi sikap Inuyasha yang kekanak-kanakan. Ia juga mampu melihat kebaikan di dalam diri Inuyasha, dan pelan-pelan membuat kebaikan itu terpancar keluar lewat sikap Inuyasha.

Tapi, tetap saja ada saatnya Kagome marah, bertengkar, ngambek, atau caper sama Inuyasha. Ya… namanya juga cewek.

“Jadikan Aku yang Kedua…”(???)

Setelah mengenal kebaikan Inuyasha di balik sikapnya yang kasar, Kagome benar-benar menyukai makhluk setengah siluman itu. Terlebih Inuyasha juga menunjukkan gelagat yang sama. Tapi saat mengetahui kisah Inuyasha dan Kikyo di masa lalu, ia merasa jadi orang bodoh yang terang-terangan diduakan. Meski begitu, ia masih optimis karena toh Inuyasha terus bersamanya.Hingga pada suatu hari tanpa sengaja Kagome menyaksikan Inuyasha berjanji pada kikyo bahwa ia akan selalu melindungi Kikyo, Kagome baru sepenuhnya menyadari bahwa ia hanya nomor dua bagi Inuyasha. Kagome dan Inuyasha pun sempat berpisah dalam diam, karena tak ada yang sanggup mengakhiri dengan tegas hubungan yang samar di antara keduanya. Tapi Kagome terus berpikir dan berpikir, hingga akhirnya ia putuskan untuk terus bersama Inuyasha, hanya karena satu alasan : ia ingin bersama Inuyasha. Selama masih ada saat-saat bahagia, dan ada hal yang bisa dilakukannya untuk Inuyasha.

kagome_040.jpg

Senjata

Awalnya, Kagome yang memang hanya gadis SMP biasa dari dunia modern itu benar-benar tidak bisa menggunakan senjata apapun. Tapi karena ia adalah reinkarnasi Kikyo, sudah seharusnya ia bisa menggunakan busur dan anak panah seperti halnya Kikyo. Pelan-pelan ia bisa menggunakan senjata itu, walau masih sering meleset dan kekuatan spiritual yang mengisi panahnya pun masih kalah dengan Kikyo. Tapi bila diserang langsung secara spiritual, Kagome cenderung tak terkalahkan, bahkan oleh Kikyo sekalipun.

kagome_070.jpg

December 11th, 2008 at 10:50 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Profil Inuyasha

inuyasha4.jpg

Nama : Inuyasha
Umur : 17-18 (tidak termasuk 50 tahun disegel)
Keluarga : Sesshomaru (kakak beda ibu)
Kekasih : Kikyo dan Kagome
Sahabat : Miroku,Sango,Kirara,Shippo,Koga,Kakek Myoga,Totosai

Inuyasha adalah seorang hanyo (manusia setengah siluman), lahir dari ayah siluman anjing yang hebat dan ibu manusia biasa. Keduanya meninggal saat inuyasha masih kecil. Setelah itu, ia hidup sebatang kara jauh dari lingkungan manusia maupun siluman. Saat beranjak dewasa, ia bertemu dengan seorang miko (pendeta shinto wanita) muda yang bernama Kikyo. Miko ini mampu mensucikan dan menjaga shikon no tama (bola empat arwah), bola kristal yang bisa memberikan kekuatan luar biasa pada siapa pun yang memakainya. Karena jenuh menjadi hanyo, Inuyasha berusaha merebut shikon no tama dari Kikyo dengan tujuan menggunakannya untuk berubah menjadi siluman sejati yang lebih kuat. Tapi ia tak pernah berhasil karena tak pernah berniat membunuh Kikyo, dan Kikyo juga tak pernah berusaha membunuh Inuyasha. Lambat laun, Inuyasha jatuh cinta pada Kikyo, dan ia terkejut saat Kikyo menawarkan padanya agar menggunakan shikon no tama untuk menjadi manusia. Dengan demikian, mereka bisa hidup bersama sebagai manusia biasa.
Inuyasha menyetujui tawaran tersebut, akan tetapi pada hari yang dijanjikan ia justru diserang oleh ‘Kikyo’ yang mengejeknya begitu bodoh karena percaya. Dengan marah Inuyasha lalu menyerang desa dan merebut Shikon no tama dari kuil Kikyo. Akibatnya, Kikyo menyegel Inuyasha di sebatang pohon besar dalam hutan dekat desa itu…
50 tahun kemudian, Inuyasha bangkit kembali karena segelnya dilepas oleh seorang gadis bernama Kagome yang ternyata adalah reinkarnasi Kikyo di masa depan. Situasi menjadi kacau sejak shikon no tama muncul kembali setelah hilang selama 50 tahun dan para siluman memperebutkannya. Karena kewalahan, tanpa sengaja Kagome membuat shikon no tama pecah berkeping-keping dan tersebar ke mana-mana. Lalu nenek Kaede, adik Kikyo yang juga seorang miko, menyuruh Inuyasha membantu Kagome mengumpulkan kembali pecahan-pecahan shikon no tama tersebut.
Petualangan panjang mereka dimulai dari sini…

Sifat
Seperti tipikal tokoh hero kebanyakan, meskipun tak terlihat dari perawakannya tapi Inuyasha sangat kuat. Ia mampu mengungguli tenaga dan membasmi Ryukossei, siluman raksasa yang pernah bertarung dengan ayah Inuyasha hingga ayah Inuyasha berhasil menyegelnya, lalu ayah Inuyasha meninggal karena terluka parah. Inuyasha juga pernah membuat Naraku, musuh utama mereka, terdesak (tapi bisa melarikan diri — manjangin cerita).
Dari sikap dan caranya bicara, Inuyasha terkesan keras, kasar, sok, egois, gengsian, sensitif, dan berpikiran sempit. Juga agak lemot, kekanak-kanakan, dan konyol. Tapi di balik itu, hatinya sangat lembut. Ia sangat setiakawan dan selalu melindungi orang-orang yang ia sayangi sekuat tenaga. Karena itulah ia sangat khawatir bila kekuatan silumannya hilang setiap malam bulan baru (saat bulan tidak muncul) dan berubah menjadi manusia biasa.

inuyasha3.jpg

Dilema
Sejak awal, Inuyasha telah jatuh cinta pada Kikyo. Meskipun marah karena Kikyo menyerang dan menyegelnya, tapi sebenarnya rasa itu tak berubah. Terlebih lagi ketika diketahui ternyata Naraku yang menyerang inuyasha dengan wujud Kikyo, untuk mengadu-domba mereka. Tapi sejak berpetualang dengan Kagome, ia pun mulai menyukai gadis yang meskipun reinkarnasi Kikyo tapi memiliki karakteristik berbeda itu. Kebingungan melanda saat Kikyo bangkit kembali dan ternyata masih menyimpan dendam pada Inuyasha. Meski kemudian tahu musuh mereka adalah Naraku, Kikyo tidak ikut bergabung dengan Inuyasha dan teman-temannya. Tetapi perasaan Inuyasha dan Kikyo masih sama seperti 50 tahun yang lalu. Karena itu bila harus memilih, Inuyasha memilih Kikyo. Walau tentu saja Kagome yang akan terluka…

inuyasha1.jpg

Senjata
Senjata tetap Inuyasha sebagai setengah siluman anjing tentu saja adalah kukunya. Jurus yang sering ia gunakan dengan mencakar lawan yaitu “Sankontesso” (kuku pemecah besi), dan saat terluka oleh lawan ia bisa menjadikan darahnya sebagai senjata dengan “Hijinkesso” (pedang kuku darah terbang). Kemudian Inuyasha berhasil mendapatkan Tessaiga, pedang pemberian ayahnya yang berusaha direbut oleh Sesshomaru, kakak Inuyasha yang siluman sejati. Tessaiga memiliki tabir pelindung yang tidak dapat disentuh oleh siluman, karena khusus untuk melindungi Inuyasha dan ibunya. Meski tidak sehebat Sesshomaru dalam menemukan dan memakai jurus-jurus andalan Tessaiga, tapi Inuyasha dengan semangat dan kelembutan hatinya berhasil menguasai tiga jurus : “Kaze no kozu” (angin penyayat/luka angin), “Bakuryuha”, dan “Kongosoha”. Tessaiga juga dapat menjadi Tessaiga merah penghancur kekkai (tabir pelindung) berkat seorang anak perempuan penjaga kekkai yang juga adalah seorang hanyo. Lalu setelah mendapat jurus “Dragon Scaled Tessaiga” dari pedang Datsuki yang dapat menyerap energi siluman, Tessaiga memperoleh jurus terbesar dari pedang Tenseiga yaitu “Meido Zangetsuha”.
Satu lagi fungsi Tessaiga adalah meredam gejolak darah siluman Inuyasha. Pada saat terdesak, Inuyasha bisa berubah menjadi siluman dengan kekuatan luar biasa yang tidak terkontrol demi menyelamatkan dirinya. Dengan memegang Tessaiga, hal itu dapat dicegah.

inuyasha6.jpg

December 11th, 2008 at 10:49 am | Comments & Trackbacks (1) | Permalink

Westlife - World Of Our Own

You make me feel funny
When you come around
Yeah that’s what I found out honey
What am I doing without you
You make me feel happy
When I leave you behind
It plays on my mind now honey
What am I doing without you

Took for granted everything we had
As if I’d find someone
Who’s just like you

We got a little world of our own
I’ll tell you things that no one else knows
I let you in where no-one else goes
What am I doing without you
And all of the things I’ve been looking for
Have always been here outside of my door
And all of the time I’m looking for something new
What am I doing without you

Well I guess I’m ready
For settling down
And fooling around is over
And I swear that it’s true
No buts or maybes
When I’m falling down
There’s always someone who saves me
And girl it’s you

Funny how life can be so surprising
I’m just realising what you do

We got a little world of our own
I’ll tell you things that no one else knows
I let you in where no-one else goes
What am I doing without you
And all of the things I’ve been looking for
Have always been here outside of my door
And all of the time I’m looking for something new
What am I doing without you

Well it’s feeling right now
So let’s do it right now
Praying that some how
You will understand the way
It’s feeling right now baby somehow
I won’t let this slip away

We got a little world of our own
I’ll tell you things that no one else knows
I let you in where no-one else goes
What am I doing without you
And all of the things I’ve been looking for
Have always been here outside of my door
And all of the time I’m looking for something new
What am I doing without you

September 16th, 2008 at 7:54 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Marion Raven - End Of Me

Hey
Stay with me
As I’m getting naked
Stripped down to the bone

Hey
I’m afraid
This could get ugly
And I might leave here alone

This is not a mistake
It’s the dawn of a new day
Anything goes from now

This is the last of illusions
This is the final trace of innocence
If I’m caught in the middle
I know it will be the end of me

Hey
Talk to me
Don’t play me with your silence
Whisper it in my mouth

Cause this is not about hate
It’s the start of a new way
Anything goes from now

This is the last of illusions
This is the final trace of innocence
If I’m caught in the middle
I know it will be the end of me

This is not a mistake
the dawn of a new day

Hey
Stay with me

Hey
Stay with me
As I’m getting naked

This is the last of illusions
This is the final trace of innocence
If I’m caught in the middle
I know it will be…

It’s the last of illusions
This is the final trace of innocence
If I’m caught in the middle
I know it will be the end of me

Hey, Yeah

September 16th, 2008 at 7:53 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Damien Rice - The Blowers Daughter

And so it is
Just like you said it would be
Life goes easy on me
Most of the time
And so it is
The shorter story
No love, no glory
No hero in her sky

I can’t take my eyes off of you
I can’t take my eyes off you
I can’t take my eyes off of you
I can’t take my eyes off you
I can’t take my eyes off you
I can’t take my eyes…

And so it is
Just like you said it should be
We’ll both forget the breeze
Most of the time
And so it is
The colder water
The blower’s daughter
The pupil in denial

I can’t take my eyes off of you
I can’t take my eyes off you
I can’t take my eyes off of you
I can’t take my eyes off you
I can’t take my eyes off you
I can’t take my eyes…

Did I say that I loathe you?
Did I say that I want to
Leave it all behind?

I can’t take my mind off of you
I can’t take my mind off you
I can’t take my mind off of you
I can’t take my mind off you
I can’t take my mind off you
I can’t take my mind…
My mind…my mind…
‘Til I find somebody new

September 16th, 2008 at 7:52 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Michael Buble - Home

Another summer day
Has come and gone away
In Paris and Rome
But I wanna go home
Mmmmmmmm

Maybe surrounded by
A million people I
Still feel all alone
I just wanna go home
Oh, I miss you, you know

And I’ve been keeping all the letters that I wrote to you
Each one a line or two
“I’m fine baby, how are you?”
Well I would send them but I know that it’s just not enough
My words were cold and flat
And you deserve more than that

Another aeroplane
Another sunny place
I’m lucky I know
But I wanna go home
Mmmm, I’ve got to go home

Let me go home
I’m just too far from where you are
I wanna come home

And I feel just like I’m living someone else’s life
It’s like I just stepped outside
When everything was going right
And I know just why you could not
Come along with me
‘Cause this was not your dream
But you always believed in me

Another winter day has come
And gone away
In even Paris and Rome
And I wanna go home
Let me go home

And I’m surrounded by
A million people I
Still feel all alone
Oh, let me go home
Oh, I miss you, you know

Let me go home
I’ve had my run
Baby, I’m done
I gotta go home
Let me go home
It will all be all right
I’ll be home tonight
I’m coming back home

September 16th, 2008 at 7:51 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink